Budidaya Cacing Sutra (Tubifex Sp) Menggunakan Sistem Resirkulasi Bersusun Sebagai Sumber Nutrisi Utama Domestikasi Parosphromenus Deissneri di Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung
Keywords:
cacing sutra, domestikasi, ikan endemik, nutrisi, sistem resirkulasiAbstract
Kegiatan domestikasi Parosphromenus deissneri memerlukan beberapa faktor penentu kelangsungan hidup yang salah satunya adalah Nutrisi. Nutrisi yang baik untuk perkembangbiakan induk dan pertumbuhan benih Parosphromenus deissneri adalah Cacing sutra. Pada penelitian ini, kami melalukan produksi cacing sutra (Tubifex sp) menggunakan sistem resirkulasi bersusun. Sistem ini akan akan meminimalisir masuknya patogen dan menghemat penggunaan lahan, karna sistem ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Untuk membuat wadah budidaya diperlukan rangka kayu dan kombinasi papan yang dibuat berjenjang keatas sebanyak 5 jenjang sebagai tempat untuk meletakan wadah budidaya cacing yang berupa panci berdiameter 20 cm dan 80 cm. Untuk media budidaya cacing sutra adalah pasir kuarsa / pasir bangunan dan ditambahkan kotoran burung puyuh kering sebanyak 1 kg / wadah hingga panen. Ketebalan akhir dari media pemeliharaan cacing sutra adalah 5-7 cm. Kemudian, wadah digenangi air setinggi 2 cm selama 10 hari lalu dilakukan penebaran cacing sutera dengan padat tebar 100 gr/wadah. Pada kegiatan budidaya cacing sutra dengan sistem resirkulasi tertutup, kisaran suhu selama pemeliharaan adalah 25-29 oC, kisaran DO adakah 3-5 ppm dan pH berkisar antara 4-5,5. Panen cacing sutera dilakukan setelah 3 bulan masa pemeliharaan dengan mencuci media dengan menggunakan air mengalir. Cacing memisahkan diri dari substratnya dan bergerak menuju bagian atas substrat setelah didiamkan selama 1-2 jam setelah wadah di tutup kain kasa hitam. Untuk bibit awal 100 gram dan pada saat panen kami memperoleh hasil produksi yang berkisar antara 2-2,5 kg / wadah budidaya).