Implementasi Social-Ecological Rehabilitation dalam Mensukseskan Program Konservasi Mangrove di Desa Tanjung, Kabupaten Sumenep, Madura

Authors

  • Fery Kurniawan Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Luky Adrianto Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Yonvitner Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Robba Fahrisy Darus Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Institut Pertanian Bogor
  • Gatot Yulianto Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Kustiariyah Tarman Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Henricus Rotarius Octavianus Tarigan Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Marvella Audriana Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Syarafina Zul Qisthi Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Dewi Kumala Retna Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Jessica Desi Pratiwi Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Ali Mas’ud Dwi Cahyo Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Keywords:

jasa ekosistem, kerusakan mangrove, masyarakat, pesisir, restorasi

Abstract

Program rehabilitasi atau kegiatan penanaman mangrove di beberapa hasil pembelajaran tidak semua berhasil tumbuh, terlebih mampu memulihkan jasa ekosistem mangrove. Hal seruapa juga dialami di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Pemilihan jenis, metode, waktu tanam, kualitas bibit, asal bibit, dan dukungan masyarakat adalah faktor yang mempengaruhi keberhasilan program rehabilitasi mangrove. Oleh karena itu, pendekatan Social-Ecological Rehabilitation (SER) dikembangkan untuk memastikan semua subsistem berjalan seiring dalam implementasi program rehabilitasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mereplikasi dan mengimplementasikan pendekatan SER dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilakukan selama enam bulan yang dimulai sejak Bulan Juni hingga November 2022. Implementasi SER dilaksanakan dengan cara sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan. Penambahan hormon auksin pada tahap pembibitan, penggunaan eco-polybag, penerapan teknik korbon pancang dan drum plastik saat penanaman mangrove, dan rekayasa sosial adalah inovasi dari kegiatan pengabdian yang dilakukan. Hasil penambahan hormon auksin terlihat dari tumbuhnya akar setelah dua minggu penyemaian, sedangkan metode penanaman menggunakan korbon pancang terlihat tumbuh dengan baik hingga enam bulan pasca penanaman. Keberadaan “heros/champion” merupakan salah satu kunci keberhasilan merekayasa sosial masyarakat sebagai bagian action learning. Pendampingan yang dilakukan berdampak pada perubahan pemahaman terkait keragaman metode dan pendekatan sosial dalam rehabilitasi mangrove. Keberhasilan pelaksanaan program rehabilitasi mangrove tidak hanya dari proses ekologi saja tetapi juga sosial. Hasil pengabdian ini merekomendasikan bahwa pendekatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan sosialnya. Proses-proses yang dilakukan selama rehabilitasi mangrove pada pengabdian ini dapat diadopsi dan dimodifikasi oleh pemerintah atau pengelola kawasan mangrove.

Published

2024-02-26

Issue

Section

##section.default.title##